Bank Jakarta mengantongi laba bersih sebesar Rp 520,81 miliar pada Kuartal III 2025. Perolehan ini meningkat 1,46 persen dibanding Kuartal III 2024 sebesar Rp 513,23 triliun. Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 6,35 persen secara tahunan dari Rp 2,03 triliun menjadi Rp 2,16 triliun pada Kuartal III 2025. “Kinerja positif ini merupakan hasil dari komitmen kuat seluruh insan Bank Jakarta untuk tumbuh sebagai Bank Pembangunan Daerah yang kuat, sehat, dan berkelas nasional,” ujarnya dlaam keterangannya, Senin (1/11/2025).
Selain itu, peningkatan laba bersih juga karena Bank Jakarta terus menjalankan berbagai inisiatif pengelolaan biaya bunga secara optimal.
Misalnya melalui peningkatan porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) dan penyesuaian suku bunga deposito korporasi. Langkah ini berhasil menurunkan beban bunga sebesar 7,77 persen hingga September 2025.
Bank Jakarta juga memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan CASA sehingga rasio CASA tumbuh signifikan sebesar 59,85 persen secara tahunan. “Ini menjadi fondasi penting bagi efisiensi biaya dana dan stabilitas likuiditas dalam mendukung ekspansi pembiayaan yang berkelanjutan,” ucapnya. Kemudian, perseroan juga melakukan pengelolaan operasional expenditure (OPEX) melalui efisiensi proses bisnis, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan penyelarasan struktur biaya dengan prioritas strategis perusahaan.
“Upaya ini memperkuat efektivitas operasional sekaligus menjaga ruang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Jakarta tumbuh solid, terutama pada segmen UMKM yang meningkat 16,14 persen menjadi Rp 6,62 triliun dari Rp 5,70 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan peran aktif Bank Jakarta dalam mendukung produktivitas ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang inklusif dan berdampak luas.
Bank Jakarta terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha, terutama UMKM di berbagai sektor produktif, melalui pengembangan produk kredit yang lebih fleksibel dalam tenor, suku bunga, dan skema pembayaran sesuai kebutuhan pelaku usaha. Adapun total aset Bank Jakarta hingga Kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp 90,72 triliun, tumbuh 12,37 persen secara tahunan dibandingkan posisi Kuartal III 2024 sebesar Rp 80,74 triliun. Dikutip dari kompas.com